Skip to content

Lestarikan Alam

August 9, 2011

DI usianya yang ke-10, aktivitas ekonomi Kota Cimahi semakin menggeliat. Gedung-gedung pencakar langit kini tidak sulit lagi ditemukan. Mulai dari mini market, mal, sampai hunian bertaraf tinggi. Kini masyarakat yang hobi berbelanja tidak perlu jauh-jauh ke Bandung. Masyarakat Cimahi pun dapa merasakan hidup berkelas di apartemen atau perumahan elit.

Hal tersebut sebenarnya memberikan keuntungan bagi masyarakat karena bertambahnya lapangan pekerjaan. Selain itu pendapatan bagi pemerintah daerah dari pajak pun akan bertambah. Tapi sadarkah kita, bagaimana dampak di masa yang akan datang?

Tanpa disadari banyak hal negatif yang bisa terjadi atau bahkan sudah terjadi dari pembangunan tersebut. Setiap lahan kosong dibeli oleh pengusaha untuk dijadikan mal, mini market, perumahan atau apartemen, namun tidak diimbangi dengan pemabangunan lahan hijau. Hal tersebut akan menyebabkan daerah resapan air semakin sempit serta area hijau akan sulit di dapat. Alhasil Kota Cimahi akan menjadi saudara kembar Kota Jakarta yang penuh sesak dengan polusi serta sanitasi air yang buruk.

Perilaku masyarakat pun jadi berubah semakin konsumtif, karena mal-mal lebih mudah ditemukan sehingga sifat itu sangat mudah menular pada anak-anak. Untuk mengisi masa kosong atau liburan orangtua lebih memilih mengajak anak-anak ke mall. Hal ini sama saja mengajarkan anak-anak untuk royal menghamburkan uang. Tapi keuntungan ini hanya berdampak pendek. Lalu bagaimana dengan dampak selanjutnya pada alam kita?

Pemerintah Kota Cimahi seharusnya tidak dengan mudah memberikan izin mendirikan setiap bangunan di lahan kosong tanpa perhitungan tata kota yang benar. Pemerintah harusnya membatasi pembangunan yang mulai memenuhi Kota Cimahi dan mulai merencanakan pembangunan taman kota dan area hijau. Jangan karena mengaharapkan pajak dari pemabangunan, lalu mengabaikan kelestarian alam.

Untuk masa depan kehidupan kita, seharusnya tidak melulu berkonsentrasi pada pendapatan finansial, tapi juga bagaimana kita bisa melestarikan alam untuk kehidupan anak cucu kita. Hal ini perlu menjadi perhatian bersama, baik sebagai masyarakat, para pengusaha, Kementrian Lingkungan Hidup, maupun pemerintah provinsi dan pemerintah kota/kabupaten. Yu, selagi semuanya belum terlambat! (Peserta Job Training Galamedia)**
Oleh: REVI DWI YULINAR

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: